Jumat, 02 Januari 2015

Warga Negara dan Negara (Tulisan)



Sekilas kita bisa melihat dari judul diatas, mungkin hubungan keduanya sangat sederhana tetapi keduanya itu sangatlah vital karena jika salahsatunya tidak bersatu maka akan mengakibatkan salah satu dari keduanya itu akan hancur dan tidak tertutup kemungkinan keduanya bisa hancur secara bersamaan. Seorang warga yang tinggal di suatu negara , menjadi seorang warga negara dibawah negaranya tersebut. Namun banyak sesuatu yang bisa dibicarakan diantara keduanya.
Pertama adalah apa definisi dari Warganegara dan Negara. Warga Negara adalah orang yang diakui oleh Undang Undang negara tersebut sebagai warga negara. Sedangkan Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent.
Permasalahan yang ingin saya kembangkan antara warganegara dan negara adalah , bagaimana sebuah negara menghargai jerih payah warganegaranya untuk mengharumkan nama negaranya sendiri.
Pada zaman sekarang banyak sekali kurangnya penghargaan sebuah negara kepada warga negara yang telh berhasil mengharumkan naman negaranya yang menyebabkan warga negara tersebut "dicuri" oleh negara lain. Suatu hari ketika itu saya membaca Koran Kompas , dan saat itu koranKompas sedang membahas , "berkurangnya tenaga kerja peneliti ilmiah". Dari tahun ke tahun jumlah peneliti sains di Indonesia terus bekurang. Apa penyebabnya ? Ironis sekali mendengar hal ini sebab Indonesia sering memenangkan olimpiade sains dan matematika tingkat Internasional. Tapi mengapa pekerja sains di Indonesia terus berkurang ? Masih dari koran Kompas yang saya baca , menurut pengakuan salah satu peraih medali perak olimpiade sains internasional , kurang seriusnya pemerintah memberikan "sesuatu" untuk para pengharum nama bangsa menyebabkan banyaknya warga negara yang berpotensi diambil oleh negara lain. Memang dia diberi beasiswa untuk sekolah di Singapura atas prestasinya tersebut , Namun keterlambatan pencairan dana menjadi kendala. Keterlambatan itu bia berdampak pada terlambatnya proses belajarnya pula. Di sisi lain dia mendapat tawaran dari negeri lain untuk sekolah di negerinya , namun dengan syarat , selesai menyelesaikan pendidikan dia harus bekerja di negara tersebut dan menajdi warga negara tersebut.
Hal ini lah yang menyebabkan banyakanya warga negara Indonesia yang berpotensi diambil oleh negara lain. Ketidakseriusan pemerintah dalam mengurus warga negara yang berpotensi bisa mengakibatkan hal yang fatal.
Contoh lain adalah para atlet olahraga. Ada 1 pemain sepakbola yang bernama Raja Nainggolan yang berlaga di liga serie-A Italia. Namun sebelum dia di Italia , pemain tersebut pernah tinggal di Indonesia , namun lagi-lagi atlet ini mengalami kendala untuk kewarganegaraan. Alhasil dia pindah ke Italia bersama sang ayah dan menjadi pemain berkembang di Italia.
Mahalnya biaya dan jauhnya jarak menjadi kendala. Bayangkan , sebuah desa di Kalimantan barat dekat perbatasan untuk memenuhi kebutuhannya butuh waktu yang lama dan biaya mahal untuk ke daerah kabupaten terdekat. Namun jika warga desa tersebut mencari di daerah Malaysia , akan membuthkan biaya lebih sedikit dan waktu yang lebih singkat.
Hal inilah yang harus diperhatikan oleh pemerintah negara kita. Jika pemerintah terlambat menyadari ini , akan banyak warga negara kita yang berpotensi untuk "dicuri" dan dimanfaatkan oleh negara lain dan juga mungkin akan banyak daerah terpencil dari negara kita perlahan diambil dan dimanfaatkan kekayaan alamnya oleh negara lain.

Pemuda Dan Sosialisasi (Tulisan)



Pemuda merupakan aset berharga bagi semua bangsa,semua negara pasti memiliki harapan yang sangat besar terhadap para pemuda untuk menopang kemajuan dan perkembangan negara tersebut seperti yang dikatakan oleh pahlawan proklamator negara kita ”Berikan aku “SERIBU ORANG TUA”,maka aku dapat memindahkan gunung,berikan aku “SATU PEMUDA” maka aku dapat mengguncangkan dunia”.dari perkataan beliau sangat jelas membanggakan para pemuda,karena seorang pemuda sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan suatu negara dan menjadi tonggak penggerak kemajuan nasional.

Para pemuda tidak dapat mengimbangi kemajuan jaman dengan keimanan dan moral yang mereka miliki,sehingga banyak dari mereka yang tidak dapat mengendalikan diri dan akhirnya terjerumus kedalam pergaulan yang dapat merusak diri mereka sendiri seperti menjadi pecandu narkoba,menjadi pelajar yang sering berbuat onar dan tawuran,pemuda yang terlibat dalam kriminalitas seperti preman, pencopetan dan kejahatan lainnya, hal ini tentu sangat memprihatinkan bagi kita yang melihat perkembangan pemuda di indonesia yang semakin lama semakin memburuk dan tidak dapat terkendali lagi.

Proses sosialisasi memiliki peran fatal dalam pembentukan kepribadian seorang remaja yang beranjak dewasa menjadi seorang pemuda, apakah dapat menjadi seorang pemuda yang baik atau tidak tergantung dari proses sosialisasi pemuda tersebut, banyak sekali faktor-faktor penentu baik tidaknya proses sosialisasi dari seorang pemuda,pertama adalah keluarga,

Peran keluarga sangat penting didalam hal sosialisasi karena kelompok individu yang dijumpai oleh seseorang pertama kali dilahirkan adalah keluarga,jadi semua kebiasaan, moral, dan sifat dari seseorang banyak dipengaruhi oleh keadaan keluarganya,banyak para pemuda yang memiliki kehidupan yang buruk karena masalah keluarga,misalnya seorang pemuda menjadi pemabuk karena ingin menghilangkan stress akibat perceraian kedua orang tuanya,atau seorang pemuda yang menjadi pemalas dan tidak mau bersekolah ataupun bekerja karena merasa tidak diperhatikan oleh orang tuanya,dari beberapa contoh diatas dapat dilihat betapa besarnya pengaruh keluarga dalam permbentukan kepribadian seorang

Pemuda.yang kedua adalah masyarakat dan lingkungan sekitar,masyarakat dan lingkungan sangat lah berpengaruh setelah keluarga,pemuda yang tinggal di lingkungan yang tidak baik cenderung ikut terhadap pergaulan yang tidak baik dari lingkungan dan masyarakat sekitar dia tinggal.

Misalnya seseorang yang tinggal dilingkungan yang para pemudanya seorang preman dan anak jalanan. Maka perlahan dia akan ikut bergaul dan menjadi bagian dari mereka,karena lingkungan yang mendukung         pemuda tersebut untuk menjadi seorang preman sehingga sangat mudah terjerumus dan ikut kedalam kehidupan mereka,sekali saja seorang pemuda sudah memiliki kepribadian yang tidak baik, maka akan sangat sulit bagi orang tua mereka dan orang-orang di sekitarnya untuk dapat merubah nya dan memperbaiki sifat dan kepribadian pemuda tersebut.

Karena sebuah kepribadian yang telah terbentuk akan selalu tertanam didalam jati diri seseorang dan akan sangat sulit untuk dapat merubahnya,sekalipun itu orang tua nya sekalipun,maka dari itu ,proses sosialisasi dalam pembentukan kepribadian seseorang sangat membutuhkan perhatian yang serius dari orang – orang terdekat dan orang tua,agar kita dapat mengontrol proses sosialisasi ke arah yang baik dan tidak melenceng kearah yang tidak baik.

Dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan. Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kepribadian seseorang tergatung dari segi susunan kebudayaan dan lingkungan sosial.

Contoh lain adalah pemuda lebih dominan dalam penguasaan teknologi di banding golongan tua, dimana sekarang ini teknologi di pakai setiap perusahaan untuk mempermudah dalam menjalankan usahanya. Dari sini kita bisa lihat bahwa pemuda membawa perubahanyang positif, hal ini disebabkan bahwa pemuda lebih mudah bersosialisai dan beradaptasi dengan hal – hal baru.

Individu, Keluarga, dan Masyarakat (tulisan)



        Individu menurut saya adalah subuah bagian yang sangat kecil dari strktur masyarakat atau bisa disebut juga orang yang hanya sendiri atau tunggal yang merupakan bagian yang sangat terkecil dalam suatu kehidupan sosial. Dalam individu ini pula kita dapat melihat sifat serta fungsi pada diri manusia. Sifat pada individu ini lah yang dapat membedakan antara idividu yang satu dengan individu lainnya yang berada di dalam kehidupan sosial. Begitu juga dengan fungsi individu yang berada di tengah-tengah individu lainnya. Jadi individu dapat di katakan mahluk sosial terkecil yang mengidentikan diri berdasarkan sifat yang terlahir dari dalam dirinya sendiri dan menjalankan fungsinya sendiri sebagai mahluk sosial.
       Keluarga merupakan kelompok terkecil dalam kehidupan sosial. Dimana didalam keluarga terdapat suami, istri  dan anak-anak yang dinamakan keluarga inti dan tinggal berada dalam satu rumah yang terlahir secara resmi melalui hasil perkawinan. Melalui keluargalah pembentukan individu sangat penting yang berdasarkan fungsi sosialisasi dan kontrol sosial, sebelum individu itu sendiri berfungsi sebagai makhluk sosial dalam masyarakat. Oleh sebab itu keluarga dapat dikatakan kelompok terkecil dan terpenting dalam perkembangan kehidupan sosial suatu individu, serta berfungsi juga sebagai pengatur seksual dan  reproduksi. Dimana fungsi dari pengatur seksual diharapkan tidak ada lagi sex bebas dan anak diluar nikah dan dari fungsi reproduksi sebagai pengatur keturunan.
          Sedangkan masyarakat menurut saya,  kelompok orang/individu  yang mendiami suatu wilayah dalam kurun waktu yang lama serta memiliki tujuan yang sama dan pada akhirnya dapat membentuk suatu bangsa. Jadi, dapat dikatakan bahwa masyarakat kelompok sosial terbesar dalam kehidupan sosial. Dimana kehidupan masyarakat sangatlah bergantung kepada hasil dari didikan keluarga yang merupakan kelompok terkecil dalam kehdupan sosial. Serta sifat-sifat individulah yang dapat mempengaruhi kemajuan suatu masyarakat dalam semua bidang kehidupan.
       Jadi kesimpulannya menurut saya, semua manusia itu membutuhkan orang lain untuk hidup. Tanpa orang lain, maka manusia tak akan bisa hidup sempurna. Hidup tetap akan terus berjalan, tetapi passti akan tidak berarti tanpa adanya manusia lain. Namun pembentukan individu memang tidak hanya di dalam keluarga. Lingkungan yang individu kenal juga akan berpengaruh. Namun tetap saja , pemilihan lingkungan itu juga sangat dipengaruhi oleh apa yang telah diberikan dari keluarga. Kira-kira seperti itulah mengapa saya katakan ketiga elemen ini berhubungan. Karena itu diharapkan individu membentuk keluarga yang baik agar kelak menghasilkan individu yang baik dan akhirnya menjadi kebanggaan dan berguna bagi masyarakat sekitarnya.

PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN (TULISAN)



Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan. Ketiga elemen tersebut merupakan tiga hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sosial. Misalnya saja, penduduk merupakan suatu sekumpulan orang-orang yang menetap disuatu daerah tertentu, yang apabila dalam jangka waktu panjang memiliki unsur-unsur yang mengatur perilaku kehidupan penduduk tersebut maka itulah yang disebut masyarakat. Sedangkan Kebudayaan merupakan suatu hasil yang tercipta yang menjadi idenditas dari masyarakat tersebut. Sekelompok masyarakat yang lebih maju baik dari segi sosial ataupun budaya bisa menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat lain yang berada dibawahnya. Hal inilah yang menjadi dasar terjadinya perpindahan penduduk. Pertumbuhan penduduk disuatu tempat tidak hanya dikarenakan angka kelahiran akan tetapi juga bisa dikarenakan adanya perpindahan penduduk tersebut. 
Dampak dari pertumbuhan penduduk adalah semakin ketatnya persaingan untuk mempertahankan hidup di daerah tersebut. Misalnya saja pertumbuhan penduduk tidak dibarengi dengan pertumbuhan lapangan pekerjaan, maka tingkat pengangguran akan semakin banyak dan bisa membuat taraf hidup didalam masyarakat tersebut menjadi rendah. Akibatnya akan muncul budaya baru yang lebih kearah negatif contohnya adalah premanisme. Akan tetapi apabila pertumbuhan penduduk tersebut dibarengi dengan banyaknya lapangan pekerjaan yang tersedia, maka kesejahteraan sosial akan terwujud dan tentunya bisa terjadi munculnya budaya – budaya baru yang lebih kearah positif. Contohnya saja acara dongdang sebagai pesta rakyat yang tiap tahun diadakan oleh rakyat Kabupaten Bogor sebagai tanda syukur atas rizki yang Allah SWT telah berikan, selain itu contoh positif lainnya adalah bisa dengan meningkatnya tingkat kepedulian masyarakat baik itu untuk diri sendiri, orang lain, ataupun lingkungan sekitar.
            Perpindahan penduduk bisa mengakibatkan terjadinya akulturasi budaya, misalnya saja akulturasi budaya barat. Akulturasi budaya bisa memberikan dampak positif ataupun negatif tergantung dari bagaimana masyarakat tersebut menyikapinya. Kebanyakan yang terjadi di Indonesia, budaya yang menjadi idenditas masyarakat tersebut lama kelamaan malah menjadi pudar dikarenakan masuknya budaya asing baru yang menurut mereka lebih “superior”. Padahal mereka tidak sadar bahwa yang terpenting adalah melestarikan budaya yang sudah menjadi idenditas masyarakat mereka. Contohnya saja apabila ada budaya amerika latin yang masuk ke negara kita, mungkin dari segi teknologi bisa menjadi panutan karena dengan teknologi tersebut bisa membuat masyarakat menjadi lebih produktif. Tetapi apabila dilihat dari attitude/tingkah laku yang lebih “bebas”, hal ini bisa menyebabkan pudarnya moral dan tingkah laku yang baik dalam hidup bermasyarakat. Apabila kita menyikapinya secara dewasa, akulturasi budaya terhadap budaya asing tidak sepenuhnya memberikan dampak buruk, buruk apabila yang diambil adalah yang negatifnya saja. Akan lebih baik apabila yang diambil adalah dampak positifnya dan dampak negatifnya ditinggalkan

ISD Sebagai salah satu MKDU (tulisan)


       Tugas sebagai seorang pelajar adalah belajar dengan giat dan disiplin agar mendapat prestasi yang maksimal dan dapat meraih cita-cita yang mereka inginkan, bukan bertarung di medan tawuran hanya untuk sebuah kemenangan yang tak ada harganya. Hal ini dapat saja terjadi dikarenakan lingkungannya memang lingkungan kekerasan.Seorang pelajar pada usianya mempunyai emosi yang belum stabil. Maka pada usia ini mereka hanya berfikir pendek dan tidak memikirkan dampak dari apa yang mereka lakukan, seperti tawuran antar pelajar.
       Saya mencermati jika tawuran terjadi di kalanganpara pelajar dan mahasiswa bertindak jauh dari kesan sebagai insan yang terdidik. Seakan-akan mereka sekolah tidak dengan niat yang baik, melainkan hanya tawuran saja yang ada di otak mereka. Lihat saja dengan membabi buta mereka membuat kerusakan properti orang dan fasilitas publik yang jelas-jelas tidak bersalah. Dengan bermuka garang dan dengan emosi yang meledak mereka membawa senjata tajam berupa golok, samurai, pedang, balok, besi, bahkan stik golf dan masih banyak lainnya yang siap untuk menghabisi nyawa lawannya. Biasanya mereka membawa barang-barang itu ke sekolah, ada yang di taruh di dalam tas, ada yang dititipkan kepada temannya.Sungguh tindakan anarkis ini tidak layak dilakukan oleh manusia yang beradab.
       Tawuran tidak hanya merugikan pelajar yang mengikuti tawuran tetapi warga, pemukiman warga, anak sekolah lain yang tidak berdosa (sekedar melintas), dagangan para pedagang bisa menjadi korban. Bisa jadi took dirusak pelajar atau tutup karna takut ada tawuran, bisa jadi anak sekolah lain yang tidak bersalah ikut diincar oleh pelajar tawuran. Pada umumnya tawuran dipicu oleh konflik yang terjadi antar siswa, baik itu satu sekolah maupun berbeda sekolah, dan salah satu pemicunya adalah solidaritas sesame pelajar satu sekolah. Karna solidaritas setiap siswa disetiap sekolah maka konflik pun meluas, maka terjadilah tawuran antar pelajar. Tawuran juga menjadi masalah serius karna telah menyimpang dari norma-norma yang ada. Membuat pelajar jaman sekarang dianggap hanya menjadi tukang tawuran, tukang berkelahi.
       Masalah ini dapat diatasi dengan cara Para Siswa wajib diajarkan dan memahami bahwa semua permasalahan tidak akan selesai jika penyelesaiannya dengan menggunakan kekerasan. Dan masalah bisa diselesaikan dengan cara baik-baik. Lakukan komunikasi dan pendekatan secara khusus kepada para pelajar untuk mengajarkan cinta kasih. Pengajaran ilmu beladiri yang mempunyai prinsip yang harusnya digunakan untuk menyelamatkan orang dan ilmu tersebut jangan disalah gunakan seperti untuk tawuran. Ajarkan ilmu sosial Budaya, karna ilmu sosial budaya sangat bermanfaat untuk pelajar khususnya, yaitu agar tidak salah menempatkan diri di lingkungan masyarakat.
       Tindakan kekerasan pasti akan menular, Pihak yang berwenang haruslah tegas memberikan sanksi untuk pelaku tawuran antar pelajar ini. Dari pihak sekolah pun harus ada sanksi yang tegas kepada pelajar yang mengikuti tawuran. Lalu berdamailah secara resmi dari pihak sekolah satu dengan pihak sekolah lain. Namun aa yang harus digaris bawahi adalah KELUARGA. Mengapa? Karna awal pembentukan karakter setiap individu itu berawal dari keluarga. Maka dari itu karakter yang telah dibentuk di setiap keluarga maka di tularkan ke lingkungannya. Jadi setiap keluarga harus membentuk karakter yang bagus kepada anaknya. Karna masyarakat atau lingkungan yang baik itu berawal dari karakter individu yang baik pula. Sebagai orang tua, wajib bagi mereka untuk mengkondisikan lingkungan yang baik kepada anaknya agar anak mempunyai kondisi mental yang sehat. Hal ini penting bagi pertumbuhan psikologis setiap anak supaya anak (pelajar) tidak mudah terbawa pengaruh burukdari lingkungan.