Jumat, 02 Januari 2015

PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN


1.    PENDAHULUAN
Pertumbuhan   penduduk   yang  makin  cepat,  mendorong   pertumbuhan aspek-aspek kehidupan  yang  meliputi  aspek   sosial,   ekonomi,  politik, kebudayaan   dan  sebagainya.   Dengan   adanya  pertumbuhan   aspek-aspek kehidupan  tersebut,  maka bertambahlah  sistem mata pencaharian  hidup dari homogen  menjadi kompleks.
2.    PERTUMBUHAN PENDUDUK
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya. Karena di samping berpengaruh  terhadap jumlah  dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara bahkan dunia. Misal  :    dengan  bertambahnya  penduduk  berarti  pula  harus  bertambah pula persediaan bahan makanan, perumahan, kesempatan kerja, jumlah gedung sekolah dan sebagainya.
3.      KEBUDAYAAN HINDU, BUDHA DAN ISLAM
A.    Kebudayaan Hindu dan Budha
Pada abad ke-3 dan je-4 agama Hindu masuk ke Indonesia khususnya ke pulau jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan Hindu yang berasal dari India itu berlangsugn luwes dan mantap. Sekitar abad ke 5, ajaran Budha atau budhisme masuk ke Indonesia, khususnya ke pulau Jawa. Agama/ajaran budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dari pada hinduisme, sebab Budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masyarakat.
B.      Kebudayaan Islam
 Pada abad ke-15 dan ke-16, agama Islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka Islam yang disebut wali sanga. Titik sentral penyebaran agama islam paa abad itu berada di pulau jawa. Masuknya agama Islam ke Indonesia, teristimewa ke pulau jawa berlangsung dalam suasana damai. Hal ini disebabkan karena Islam dimauskkan ke Indonesia tidak dengan paksa, melainkan dengan cara baik-baik.
5.    KEBUDAYAAN BARAT
Unsur kebudayaan yang  juga memberi warna   terhadap   corak   lain  dari kebudayaan  dan kepribadian  bangsa Indonesia  adalah kebudayaan  Barat. Awai kebudayaan    Barat  masuk  ke negara  tercinta   Republik   Indonesia   ketika  kaum kolonialis/penjajah     mengedor   masuk  ke Indonesia,   terutama   bangsa   Belanda. Mulai   dari   penguasaan    dan  kekuasaan    perusahaan  dagang   Belanda   (YOC) dan  berlanjut   dengan  pemerintahan    kolonialis   Belanda,   di kota-kota   propinsi, kabupaen   muncul   bangunan-bangunan      dengan   gaya  arsitektur    Barat.  Dalam kurun   waktu   itu  juga,   dikota-kota     pusat    pemerintahan,   terutama    di  Jawa, Sulawesi   Utara,   dan  Maluku   berkembang    dua  lapisan   sosial.
1.      Lapisan   sosial   yang  terdiri   dari  kaum  buruh.
2.    Lapisan   sosial  kaum   pegawai.
Dalam   lapisan   sosial   kedua   inilah   pendidikan    Barat  di  sekolah-sekolah dan  kemampuan/kemahiran    bahasa    Belanda    menjadi    syarat    utama   untuk mencapai  kenaikan   kelas   sosial.
Akhirnya   masih  harus  disebut   sebagai   pengaruh   kebudayaan    Eropa  yang masuk  juga kedalam   kebudayaan    Indonesia,   ialah  agama   Katolik   dan  agama Kristen   Protestan.  Agama-agama    tersebut   biasanya   disiarkan   dengan   sengaja oleh  organisasi-organisasi      penyiaran    agama   (missie   untuk  agama Katolik dan zending untuk agama Kristen) yang semuanya  bersifat swasta. Penyiaran   dilakukan   terutama   didaerah-daerah     dengan   penduduk   yang  belum pernah  mengalami   pengaruh   agama  Hindu,  Budha  atau  Islam. Daerah-daerah itu  nuxalnya     :      lrran     Jaya.    Maluku   Tengah   dan  Selatan,   Sulawesi  Utara  dan Tengah. Nusa Tenggara Timur. Dan pedalaman Kalimantan

ISD SEBAGAI SALAH SATU MKDU

1.    PENDAHULUAN
Pendidikan Tinggi diharapkan dapat menghasilkan sarjana-sarjana yang mempunyai seperangkat kemampuan yang tediri atas :
a.       Kemampuan akademik,
b.      Kemampuan profesi dan
c.       Kemampuan pibadi
Pencapaian kernarnpuan  akademik dan kemampuan profesi  telah diusahakan melalui mata kuliah keahlian (MKK), yaitu mata-rnata kuliah menurut bidang ilmu pengetahuan masing-masing yang diberikan di perguruan tinggi, disamping kegiatan-kegiatan  kokurikuler yang menunjang kegiatan kurikuler.  Kedua kemampuan tersebut bertujuan untuk mernberikan keahlian dalam bidangnya dan kemampuan menerapkan keahlian itu dalam masyarakat.
Adapun kemampuan pribadi, diharapkan untuk dapat dicapai melalui sekelompok  rnata kuliah  yang tergabung  dalarn Mata  Kuliah  Dasar Urnum (MKDU) yang terdiri  atas mata-mata  kuliah
1.  Pancasila
2.  Agama
3.  Kewiraan
4.  Pendidikan  Sejarah Perjuangan  Bangsa
5.  Ilmu Alamiah  Dasar (IAD)
6.  Ilmu Sosial  Dasar (ISD)
7.  Ilmu Budaya  Dasar (IBD).

2.    ISD : PENGERTIAN, TUJUAN, ISD DAN IPS
PENGERTIAN
Berdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai ibu dari ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan dapat dikelompokan menjadi 3 :
a.      Natural Sciences (Ilm-ilmu Alamiah), meliputi: fisik, kimia, astronomi, biologi dan lainlain
b.  Sosial Sciences (Ilmu-ilmu sosial), terdiri dari : sosiologi, ekonomi, politik antropologi, sejarah, psikologi, geografi dan lain-lain
      c.     Humanities (Ilmu-ilmu budaya), meliputi: bahasa, agama,kesusastraan, kesenian dan lain-lain
TUJUAN
Sebagai salah satu dari Mata Kuliah Dasar Umum, Ilmu Sosial Dasar memunyai tujuan pembinaan mahasiswa agar:
a.   Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyaaan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat
b.  Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya
c.    Menyadari bahawa setiap maslah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat komlek dan hanya dapat mendekatinya mempelajarinya secara kritis-interdisipliner
d.   Memhami jalan ikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulannya masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.
3.    RUANG LINGKUP ILMU SOSIAL DASAR
Bahan pelajaran dari Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan atas 3 golongan yaitu:
a.       Kenyataan-kenyataan sosil yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu
b.      Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elemnter saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial
c.       Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarkat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataansosial yang antara satu dengan lainnya saling berkaitan.
Konsorsim antar bidang telah mendpatakan bahwa perkliahan Ilmu Sosial Dasar terdiri dari 8 pokok bahasan. Dari kedelapan pokokbahasaan tersebut maka ruang lingkup perkuliahan Ilmu Sosial Dasar diharapkan mempelajari dan memahami adanya
1.      Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
2.      Masalah individu, keluarga dan masyarakat.
3.      Masalah pemuda dan sosisalisasi.
4.      Masalah hubungan antarawarga Negara dan Negara.
5.      Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat.
6.      Masalah masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
7.      Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi.
8.      Pemanfaatan imu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.S